Sedekah Bumi Kandangan Perkuat Syukur dan Solidaritas Warga
RADARNKRI1NEWS.KREMBUNG – Sedekah Bumi Kandangan menjadi momentum syukur dan kebersamaan warga Desa Kandangan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Ratusan warga memadati balai desa pada Senin (16/02/2026) malam untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB.
Acara tahunan tersebut diisi dengan pembacaan tahlil dan pengajian umum yang berlangsung khidmat. Warga dari berbagai unsur hadir, mulai dari perangkat desa, RT/RW, BPD, LPMD, tokoh agama hingga tokoh masyarakat. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini mencerminkan kuatnya tradisi gotong royong dan silaturahmi di tengah masyarakat desa.
Kepala Desa Kandangan, Sukoco, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan desa yang dinilainya semakin maju dari tahun ke tahun. Ia menyoroti pertumbuhan sektor ekonomi yang signifikan, ditandai dengan banyaknya pelaku usaha dan perusahaan yang berdiri di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, Desa Kandangan kini dikenal sebagai desa dengan banyak pelaku usaha dan perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja, bukan hanya dari desa sendiri tetapi juga dari wilayah sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga stabilitas, keamanan, dan kondusivitas desa agar iklim usaha tetap berkembang positif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kompak dan saling mendukung demi kemajuan bersama.
Dalam kesempatan itu, Sukoco turut mengimbau warga yang belum mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) agar segera mendaftarkan diri. Program tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.
“Selagi kesempatan masih terbuka, kami harap warga bisa segera memanfaatkan program PTSL ini demi tertib administrasi dan kepastian hukum,” tegasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH M. Atho’illah mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para leluhur yang telah berjasa membangun Desa Kandangan. Ia menegaskan bahwa sedekah bumi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT serta penghormatan kepada para pendahulu.
“Melalui sedekah bumi, kita diajak untuk tidak melupakan sejarah dan perjuangan para leluhur. Ini adalah wujud syukur sekaligus sarana mempererat persaudaraan,” tuturnya di hadapan jamaah.
Kegiatan sedekah bumi ditutup dengan doa bersama yang diikuti seluruh warga. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara, menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap terjaga di Desa Kandangan.
Tradisi sedekah bumi pun kembali menjadi simbol harmoni antara kemajuan pembangunan dan pelestarian budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Komentar
Posting Komentar