Awas, Menkeu Mengancam Silpa
RADAR NKRI 1NEWS--Bagi daerah jangan terlena dengan Silpa besar. Dan jangan berpikir menimbun Silpa, karena Menkeu, Purbaya mengancam akan mengurangi DBH (Dana Bagi Hasil) bila dalam audit BPK ditemukan ada unsur kesengajaan menandon Silpa.
Silpa 2024 Sidoarjo dilaporkan Rp 642,772 miliar (bukan 900 miliar seperti yang digembar-gemborkan sejumlah media). Jumlah Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) Sidoarjo apakah dalam batas aman di mata Menkeu? Tergantung uang Silpa itu diperoleh dengan cara apa.
Bila terdapat uang kegiatan (proyek) sengaja tidak dijalankan karena ingin menimbun Silpa, berarti bahaya sudah dipelupuk mata. Siap-siap saja DAU dan DAK Sidoarjo akan dikurangi, dan janji Menkeu uang itu dialihkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan.
Pernyataan Menkeu yang lain akan mensekrap uang APBD yang mengendap di bank telah mendidik daerah untuk memaksimalkan uang APBD yang berhubungan langsung dengan kepentingan publik.
APBD Sidoarjo super gendut, lebih Rp 5 triliun. Dengan APBD sebesar ini harusnya tidak ada sekolah rusak, sudah selesai dengan infrastruktur jalan desa sampai perkampungan, tidak ada keluhan rakyat soal kesehatan. Pasar bersih, terminal, halte dan sarana umum lainnya.
Benar, Silpa pasti muncul, tapi apakah wajar bila nilainya besar. Malah memunculkan dugaan OPD kita "gak iso nyambut gawe". Rasa 'takut-takut' kian mengkuatirkan tidak mau menyentuh anggaran yang sudah direncanakan.
Mimpi punya APBD besar bisa merosot tajam apabila Menkeu mengikis DAU/DAK bagi daerah yang Silpa nya besar. Menangislah kita. Jadi.. Waspadalah.(tut)
Komentar
Posting Komentar